Senin, 21 Maret 2011

Nikmatnya Kembali Menjadi Seorang Ibu Rumah Tangga

Tiga bulan lalu aku termangu dan terombang ambing dalam ketidakpastian perasaan. Aku sedih ketika kehilangan karir mapanku di sebuah perusahaan penerbangan swasta. Aku sempat down dan kehilangan rasa percaya diri, dari terbiasa menjadi wanita karir, tiba-tiba "do nothing and dunno who am I?" hanya karena aku tidak punya karir.

Puteri sulungku yang telah beranjak dewasa selalu memprotes padaku, Ibu sibuk cari uang muluuukkk....kapan Ibu ngurusin aku ? Aku sempat mengalami dilemma. Berhenti bekerja, asap dapur takut ga ngebul tapi kalo tetap berkarir di ibukota, aku kehilangan masa golden years putriku.
Namun AllAh SWT selalu PUNYA RENCANA INDAH DIBALIK KESEDIHANKU 3 bulan lalu......

Disaat rasa kepasrahan hati & batinku memutuskan untuk kembali ke kota kelahiraku. Aku tidak pernah menyangka ALLAH SWT membukakan pintu lebar-lebar kemudahan dan keajaiban yaitu KU DAPATKAN PUTERIKU & KU TEMUKAN JUGA KARIRKU di kota kelahiranku.
Rasanya seperti mimpi,baru 4 hari aku tinggal dirumah keluarga besarku ,ternyata aku mendapat tawaran karir yang cukup terhormat dan sesuai bidangku. ALHAMDULILLAH YA ALLAH....selalu ada kemudahan dibalik kesulitan, selalu ada kemudahan dibalik kesulitan ketika kita sudah dalam tahap kepasrahan yang amat sangat, dan hanya berteman dengan doa dan doa,serta airmata.

Salah besar jika kita sebagai wanita takut kehilangan karir yang mapan & menjanjikan. Seharusnya kita lebih TAKUT KEHILANGAN KEMAPANAN HATI PUTRA-PUTRI kita. Aku mengalaminya sendiri, dan Allah SWT memberiku hadiah jadi ibu dan punya karir yang tidak terlalu mengikat darah dan tubuh kita.

Aku sangat menikmati mengantar puteriku les bulutangkis, meski unyeng-unyengku kena smash tiba-tiba dari lawan main badminton puteriku. Lumayaaaan ternyata kalo ubun-ubun kita itu kena shuttle cock . Terimakasih yaaa Nak....bu Inong dapat smash kejutan ketika nonton pertandingan kalian

Jangan pernah takut kehilangan karir, tapi takutlah kehilangan waktu kebersamaan dengan putera-puteri kita. Rizki kita sebagai ibu, ternyata juga ditentukan dari keikhlasan hati anak-anak kita. Terimakasih Ya Allah, telah KAU perkenankan aku kembali pulang kampung....my homeland forever

Saat kutulis blog ini putera bungsuku si jagoan neon sedang sakit thypus di rumah sakit. Perjalan dan perjuanganmu masih panjang , bu Inong. Believe , Unbelieveable for Ur Future and Keep The Faith

Tidak ada komentar:

Posting Komentar