Rabu, 24 Agustus 2011

Interviewer VS Interviewee

Sudah beberapa hari ini tugasku dikantor mau nggak mau harus melakukan seleksi interview calon karyawan.
Awalnya aku ragu sebab selama inikan aku yang selalu diwawancari oleh orang HRD kalau sedang mencari kerja di sebuah perusahaan. Sekarang aku yang musti melakukan interview orang yang sedang mencari kerja. Supervisorku bertanya, apa aku siap untuk melakukan interview ?
Aku bilang " Ya udah dech Pak, saya siap ga siap saya coba meng-interwiew orang " Si Bapak ketawa dan kemudian memanggil resepsionis agar membawakan data file orang tersebut kepadaku. Kalo ga siap tar ogut bisa ga dapat gaji.

Segepok lembaran ijasah,sertifikat diploma dan surat pengalaman kerja kulihat satu per satu.
Jujur aja, aku merasa grogi serasa aku yang akan di interview orang, karena aku tidak pernah melakukan tes seleksi. Ouuuugghhh, ternyata begini ya rasanya jadi orang HRD Department itu. Sebelum mewawancarai orang, kita pelajari dulu background si pelamar. Seru juga rasanya. Siapa tau suatu saat kita punya perusahaan sendiri , kita bisa melakukan interviewing sendiri.

Hari pertama aku melakukan wawancara tentu saja dalam hati aku dag-dig-dug, tapi aku pasang muka pede abis. Jangan-jangan yang kuwawancarai nggak ngerti maksud omonganku ? Soalnya dari tadi manggut-manggut kaya burung perkutut waktu aku jelasin tentang job description dia. Waktu kutanya " Mas-nya udah jelas belum dengan semua informasi ini ? Ada pertanyaan tidak sebelum saya lanjutkan lagi materinya ?"
Jawaban si interviewee tsb singkat-jelas-padat ", Udah Mbak, jadi cuma gitu aja, tho ?" dengan logat jawa medhoknya.

Ada juga yang saat wawancara dg kuberi pertanyaan dan aku minta dia menjelaskan sebisanya, tiba-tiba dia berkata sambil tersipu-sipu " Maaf Mbak, saya jangan dipandangin terus donk. Saya jadi grogi , malu & bingung jawabnya ke eMbak, kalo Mbak terus menatap ke saya."
Lhoooo...gimana tho ? Apa aku musti nunduk terus selama dia menjelaskan ? Aku kan harus memantau antara nilai bicara dia dengan fakta yang ada, berbanding lurus tidak dengan dokumen C.V. dia. Ada-ada saja mahasiswa fresh graduted ini.

Sore kemarin lebih lucu lagi. Ada calon pelamar menanyakan alamat perusahaanku lokasinya dimana dengan sms seperti ini  : "Ibu Putri, mek ajeng nglamar teng kantor HRD niki jadi bagian management trainee, niku teng jalan pundi lan jenenge nopo ? BALAS NGGEH"
Waaaahhhh...aku jadi kepingkel-pingkel membacanya. Jangan-jangan dia ntar datang interview kerja pake baju surjan plus blangkon ke kantor.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar