Senin, 22 Agustus 2011

Takjilan Buka Bersama Dengan Menu Masakan Kraton "GECOK GENEM"

Assalamualaikum to all my good readers,
Nggak terasa kita semua sudah memasuki Ramadhan ke 22.Nanti malam kalau I'tikaf kita semua sudah memasuki malam ke 23. Seperti biasa di nDalem Pendopo Wasesonegaran diadakan buka bersama. Kita udah pada ngumpul di pendopo pukul 17:00 WIB lengkap dengan pasukan master chef ala catering Sidomukti. Yang jelas, ya siapa lagi kalo bukan perkumpulan ibu-ibu PKK : Bu Marhaban, Bu Ambar Iswari, Bu Sri Roeslan, Bu Soetadi and gue donk...bu Inong. Ada back up team bush boys n bush girls merangkap resik-resik nd cuci-cuci piring gelas sendok : Mbak Mariyah, Mbak Slamet, Lek Man, Wahyoe and si kecil mungil Adi.

Hari ini Pak Ustadz Mu'min membahas bahwa kelak dari setiap 1000 manusia cuma ada 1 orang yang lolos masuk ke surga. Namun sabda Rasulullah SAW kepada para sahabat-sahabat beliau, yang kemudian terlihat sedih mendengar cerita Nabi....bersabda bahwa : 1/3 dari isi surga diisi oleh umat-umat Nabi Muhammad SAW. Barulah para sahabat Rasulullah berbahagia mendengarnya. Sereeeem juga denger khotbah Pak Ustadz . Hitungan matematikanya gimana ya ? Setiap tahun semakin banyak orang mengantri naik haji sampai pemerintah kita membuat kuota haji, tapi cuma 1/3 yang masuk surga.

Saat buka puasa tiba pukul 18:43 WIB.... Hmmmm menu buka puasa kali ini bener-bener belum pernah kutemui seumur hidup. Bahkan Ibundaku pun mengakui belum pernah memasak masakan asli Jogja yang bernama " GECOK GENEM " Konon katanya itu menu masakan KUNO, khusus tradisional Kraton Yogyakarta. Dan yang pasti konon kabarnya termasuk menu favorit Sultan Hamengku Buwono IX. Menarik untuk kita "diggest", karena rasanya segeeerrrr....Perpaduan antara rasa sayur asem-asem daging sapi, garang asem ayam dan sup ayam. Istilah rasanya "In Beetwen" dech.

Bumbu - Bumbu GECOK GENENG : bawang merah,bawang putih,cabe merah,cabe putih,belimbing wuluh yang banyak (jadi seger rasanya), serai semua di iris-iris tipis, campur dengan daun salam dan laos. Dicampur santen encer yang dicampur kemiri. Daging sapi cacah dibikin bulat-bulat dan direbus dengan tulang sapi untuk air kaldunya. Air kaldu sapi dicampur dengan santan yang encer tadi.
Jadilah masakan resep kuno Gecok Geneng. Itu sebabnya masakan ini dulu cuma dimasak oleh para eyang-eyangnya Ibuku dan Mama Sri Roeslan. Disantap dengan nasi hangat dan kerupuk kampung. Minumnya Es Koktail buah isi sirup,nanas,jambu monyet,cincau,serutan belewah dan kolang-kaling.

Alhamdulillah......, nikmatnya buka bersama dengan keluarga besar dan para tetangga sambil mendengarkan cerita para Nabi dari Pak Ustadz Mu'min.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar